Modal Isteri Kedua

Janda Kaya

Minggu kemarin, saya dapat order jaringan internet. Pemasangan di jalan Bawang, Bantar Gebang Bekasi. Setelah survey, saya bertemu langsung pemilik warnet. Seorang lelaki tua, usia sekitar 40-an tahun. Ia turunan Sunda. Awalnya kita bicara masalah harga interkoneksi dan sistem jaringan yang akan dipakai. Namun kemudian ia berkata,” untuk yang lain-lain nanti saja, setelah putus sidang saya,” Sidang? Sidang apa kata saya.

Ia bercerita, kalau dalam status perceraian dengan isteri tuanya. Rumahnya beberapa meter dari lokasi warnet yang disewanya selama 3 tahun. Ia punya 4 anak dari isteri tuanya, dan sebelum perceraian ia ingin memberikan usaha bagi anak-anaknya itu.

Isteri tuanya bukanlah orang berada. Wanita susah, tidak bekerja dan ibu rumah tangga yang selalu berharap dari suami. Sedang sedang isteri keduanya seorang janda kaya dan pengusaha. Janda tidak punya anak. Tentu punya nilai lebih. Dialah yang memodali usaha ini, dengan catatan tentunya sang lelaki tidak balik ke rumah bini tuanya.

Ia mengatakan, dari isteri keduanya itu ia mendapat modal awal 30 juta, kemudian modal warnet 60 juta. Artinya sekitar 90 juta. Belum lagi biaya nafkah selama satu tahun setelah bercerai, tentu ia harus tanggung. Plus hadiah buat mantan isterinya.

Ia sendiri mengaku tidak bekerja. Hanya membantu isteri berjualan . Dengan bangga diceritakannya kepada saya dan rekan?

Saya binggung sendiri, di zaman seperti ini masih ada pria yang dengan bangga mengatakan bisa mendapatkan penghasilan dari isteri.  Bagi saya ini sungguh memalukan. Seharusnya sebagai lelaki ia sembunyikan semua itu, dan  mengatakan kalau dia punya usaha apa gitu.

”Ya gimana mas, ini sudah jalan hidup saya,” katanya singkat… Memalukan.

Dan saya membayangkan, cerita ini nyata dan lebih hebat dari sinetron aja ceritanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: